Berikut 11 prinsip utama yang harus selalu diikuti terkait dengan pembukaan dan parkir:
1. Setelah setiap pengereman darurat, rumuskan aturan operasi mengemudi, seperti:
Lakukan dan selesaikan pemeriksaan keselamatan pra-mulai secara menyeluruh.
Setelah berhenti, buka saluran dan peralatan dengan mengikuti prosedur keselamatan yang benar.
Melakukan analisis manajemen perubahan (MOC) pada peralatan, proses, dan prosedur operasional.
2. Kembangkan prosedur pengoperasian tertulis yang terperinci untuk menghindari kemungkinan pergeseran katup dalam proses memulai dan menghentikan pengoperasian. Jika diperlukan, daftar periksa dan diagram tertulis harus disediakan untuk memverifikasi posisi katup yang benar.
3. Kecelakaan semacam ini seringkali memiliki penyimpangan operasional selama periode pembukaan dan penutupan, karena operator tidak mengetahui dampak perubahan tersebut. Oleh karena itu, tinjau kebijakan Manajemen Perubahan (MOC) untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut menangani perubahan akibat perbedaan operasional secara memadai. Untuk memaksimalkan efektivitas perubahan, kegiatan-kegiatan berikut harus disertakan:
Tetapkan rentang aman, variabel, dan aktivitas kondisi operasi proses, serta latih personel terkait untuk mengidentifikasi perubahan signifikan. Dikombinasikan dengan pemahaman tentang prosedur operasi yang telah ditetapkan, pelatihan tambahan ini akan memungkinkan operator untuk mengaktifkan sistem MOC (Management of Change) bila diperlukan.
Gunakan pengetahuan multidisiplin dan profesional dalam menganalisis penyimpangan.
Komunikasikan unsur-unsur dasar dari prosedur operasional baru secara tertulis.
Komunikasikan potensi bahaya dan batas operasi aman secara tertulis.
Berikan pelatihan kepada operator sesuai dengan kompleksitas prosedur pengoperasian baru.
Audit berkala untuk menentukan efektivitas rencana tersebut.
4. Prosedur LOCKOUT TAGOUT (LOTO) harus menetapkan bahwa peralatan harus dipastikan dalam kondisi penuh sebelum pengoperasian atau pemeliharaan peralatan. Prosedur pengoperasian peralatan harus mencakup ketentuan penghentian kerja yang menyatakan kondisi untuk pengoperasian peralatan yang aman (misalnya, apakah peralatan tersebut telah dikurangi tekanannya atau belum), yang, jika tidak dikonfirmasi, memerlukan tinjauan dan persetujuan manajemen tingkat yang lebih tinggi.

5. Pastikan prosedur yang tepat digunakan untuk mengisolasi peralatan setelah berhenti beroperasi. Jangan mengandalkan penutupan katup globe dudukan tunggal, karena dapat terjadi kebocoran. Sebaliknya, bagian dan katup pengunci ganda harus digunakan, pelat penutup dipasang, atau komponen peralatan dilepas secara fisik untuk memastikan isolasi yang tepat. Untuk perangkat dalam "mode siaga," terus pantau parameter utamanya, seperti tekanan dan suhu.
6. Sistem kendali komputer harus mencakup tinjauan proses, analisis neraca massa untuk memastikan bahwa operator sepenuhnya memantau proses tersebut.
7. Memberikan dukungan teknis kepada operator melalui berbagai saluran komunikasi untuk sistem proses yang kompleks dan kritis. Terutama selama kondisi operasi abnormal (seperti saat perangkat dinyalakan), jika operator memiliki pemahaman yang berbeda atau bertentangan tentang kondisi unit proses, risiko keselamatan akan lebih besar. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif sangat penting dan pelacakan tindakan diperlukan.
8. Selama proses pengaktifan dan pematian perangkat, pastikan operator beroperasi di bawah pengawasan dan dukungan teknisi berpengalaman dan telah dilatih secara memadai dalam sistem kontrol yang akan mereka operasikan. Pertimbangkan untuk menggunakan simulator untuk melatih dan menginstruksikan mereka.
9. Untuk proses berisiko tinggi, kembangkan sistem kerja bergilir untuk meminimalkan dampak kelelahan operator. Sistem kerja bergilir harus mengatur pola kerja bergilir normal dengan membatasi jam kerja harian dan hari kerja berturut-turut.
10. Kalibrasi dan uji fungsional diperlukan sebelum perangkat dioperasikan menggunakan kontrol komputer yang baru dipasang.
11. Pentingnya peralatan keselamatan utama tidak boleh diabaikan ketika operasi pemecahan masalah dilakukan selama proses pengaktifan dan pematian perangkat.

Waktu posting: 03 Juli 2021
